Selasa, 03 Januari 2012

JENIS-JENIS BATUAN


Mineralogi                                                                              Nama : I MADE SETIANA
            Nim :  0914031057
                                     Kelas : B
Batuan Bekuan
1)        Granit : Mempunyai textur peneris dan biasanya granuler. Terdiri dari : ortoklas yang unhedral (atau mikroklin). Sedikit plagioklas (albite atau oligklas) dan kwarsa yang tak berwarna atau putih dengan bentuk yang tidak teratur. Kwarsanya mengisi ruang diantara kristal-kristal yang lain. Mineral gelap seperti biotit, hornblende, augit hanya dalam jumlah yang sedikit. Mineral accesoris lainnya magnetit, hematite, turmalin dan pirit. Jika biotit adalah mineral gelap yang ada maka disebut dengan granit biotit. Granit hernblande juga sering dijumpai. Granit yang banyak mengandung phanocenit disebut granit porfiris. Jenis yang lain granite olivin dan granit muskofit. Granit pada umumnya mengandung 50 % ortoklas (mikroklin), 2 % plagioklas (albite atau digoklas), lebih dari 20 % kwarsa dan 3 – 15 % biotit.

2)        Diorit :  Bertektur feneris, mengandung feldspar plagioklas calsiksodik dalam jumlah yang besar dengan tipe sodik yang banyak. Plagioklasnya melebihi ortoklas, kwarsa tidak ada, tetapi mengandung augit dalam jumlah sedikit. Harnbledia biasanya lebih banyak dari biotit.
Diorite sangat mirip dengan gabbro, tetapi diorite plagioklasnya lebih asam (sodik) dari pada labradorit. Batuan dengan plagioklas yang lebih base di sebut dengan gabbro. Jika banyak penokris disebut dengan porfir diorit. Diorite terdiri dari + 65% plagioklas, 35% mineral silikat gelap seperti biotit atau hornblende dan augit. Mineral-mineral accessorynya kwarsa, apotik, kalsit, klorit, granit, epidot. Varietas yang umum adalah diorite hornblende. Warna dari diorite cerah abu-abu gelap hijau keabu-abuan.

3)         Gabro :   batuan ini merupakan batuan basis dengan tektur fenekris. Didalam gabbro, mineral gelap jumlahnya hampir sama dengan mineral-mineral cerah, tetapi kebanyakan gabbro mempunyai perbandingan yang bervariasi antara mineral gelap dan mineral terang.
Mineral-mineral silikat gelap dalam jumlah yang berarti adalah piroksin, biasanya augit dan olivin, hornblende atau biotit ada dalam jumlah sedikit. Jika piroksin mengkristal dalam sistem ortorombis, batuannya disebut Norit (suatu varietas dari gabbro).  Dalam gabbro tertentu, kwarsa, garnet dan kerundum ada dalam jumlah sedikit. Batuan gabbro yang seluhnya terdiri dari feldspar labradorit kristalin kasar disebut Anortosit. Warna dari gabbro hitam, hijau, abu-abu gelap.
4)         Liparit : Batuan ini bertekstur porfiris dan umumnya berwarna putih. Mineral pembentuknya feldspar, kuarsa, biotit dan mungkin juga mineral-mineral berwarna gelap.

5)         Andesit : Batuan bertektur halus dari diorite, terdiri dari feldspar, terutama plagioklas, tetapi plagioklas sodik adalah tipe yang utama kwarsa tidak ada, tetapi ada mineral-mineral gelap seperti hornblende, olivin, dan augit. Biotit ada juga tetapi biasanya lebih sedikit dari hornblende atau augit. Jika hornblende atau augit yang banyak maka batuannya disebut dengan andesit hornblende atau andesit biotit. Warna dari andesit abu-abu hijau, tetapi sering merah atau jingga. Andesit sulit dibedakan dengan desit, latit, trachit atau rhyolit, meskipun demikian kebanyakan andesit adalah porfiritis. Jika banyak penokrisnya (bisanya feldspar) disebut dengan porfir andesit. Jika tanpa penokris dengan absidian. Batuapung dari komposisi andasitis juga diketemukan demikian juga tuff andesitis dan breksi andesitis.

6)         Basalt : merupakan kelompok dari gabbro tetapi berbutir halus, mengandung dalam jumlah yang banyak mineral-mineral silikat gelap dan feldspar kelsit. Warnanya abu-abu gelap – hijau gelap – coklat – hitam. Dalam basalt, augit dan olivin banyak, tetapi hornblende dan biotit jarang atau tidak ada sama sekali. Varietas basalt yang mengandung kristal feldspar yang panjang yang kedudukannya sekarang dan berasosiasi dengan augit disebut dengan diabas. Basalt biasanya mengandung 50% plagioklas, 30% augit dan 10% olivin. Basalt biasanya mempunnyai tektur butir halus dan batuannya berat. Jika penokrisnya banyak disebut dengan porfir basalt.


7)         Dasit : Ciri-ciri dari Dasit, Batuan beku berwarna abu-abu terang , Mineral plagioklas berbutir kasar dalam masa dasar lebih halus. Dasit mengandung 15-20% kwarsa, + 605 feldspar dan 10-20% biotit atau hornblende. Mineral-mineral silikat ada dalam jumlah sedikit. Misalnya biotit, hornblende, augit. Yang umum adalah biotit. Jika panerisnya plagioklas atau kwarsa banyak, disebut dengan porfir, dasit, masa dasar dari batuan ini biasanya berbutir halus, tetapi dapat juga secara gradual menjadi glass.


8)         Skoria : terbentuk jika air dan gelombang-gelombang gas lainnya keluar melalui lava yang mampat (stiff lava), yang lubang-lubangnya lebih besar kalau dibanding dengan pumice.  
Warna skoria coklat kemerahan sampai abu-abu gelap sampai hitam.

9)         Obsidian : Gelas volkanik dengan kilat seperti kaca terang (bright vitreous luster) dan mempunyai pecahan konkoidal yang bagus. Warnanya, umumnya hitam, tetapi warna lain seperti merah, cokelat dan abu-abu. Warna ini tidak menunjukkan tentang komposisinya. Warna kebanyakan disebabkan oleh partikel seperti debu dari magnetit atau hematite. Kebanyakan obsidian mempunyai berat jenis 2,4. Obsidian terbentuk sebagai hasil pendinginan yang terlalu cepat dari magma extrusive, dapat juga sebagai hasil dari suatu magma yang viskus. Obsidian mempunayi komposisi yang sebanding dengan batuan fanerik lainnya. Karena batuan ‘glassy’ tidak dapat didentifikasi dengan mata bisaa karena tak adanya kristal, analisa khemis diperlukan untuk menentukan komposisinya yang tepat, meskipun kebanyakan obsidian sebanding dengan granit dalam komposisinya. Komposisi lainnya juga umum. Tetapi nama obsidian cukup untuk tujuan umum dan nomenclatur. Varietas dari obsidian adalah ‘pitchstone’ purlate, batuapung (pumice) dan ‘oitophyre’

10)     Batu Apung : Batu apung (pumice) adalah jenis batuan yang berwarna terang, mengandung buihyang terbuat dari gelembung berdinding gelas, dan biasanya disebut juga sebagai batuangelas vulkanik silikat. Batuan ini terbentuk dari magma asam oleh aksi letusan gunung api yangmengeluarkan materialnya ke udara, kemudian mengalami transportasi secara horizontaldan terakumulasi sebagai batuan piroklastik. Batu apung mempunyai sifat vesicular yang tinggi, mengandung jumlah sel yang banyak (berstruktur selular) akibat ekspansi buih gasalam yang terkandung di dalamnya, dan pada umumnya terdapat sebagai bahan lepas atau fragmen-fragmen dalam breksi gunungapi. Sedangkan mineral-mineral yang terdapat dalam batu apung adalah Feldspar, Kuarsa, Obsidian, Kristobalit, Tridimit.
Batuan Endapan

11)   Breksi : Merupakan bagian yang halus dari batuan bersama dengaan pengikat, mengeras menjadi massa batuan. Pengikat berasal dari konglomerat/breksi sendiri karena adanya pelarutan atau pengendapan kembali (redeosition) material batuan, yang biasanya terdiri diri : calcite, silikat, oksida besi. Matrik dapat berupa : quartz, feldspar atau clay.

12)  Konglomerat : Merupakan batuan sedimen klastis yang tersusun dari fragmen yang membulat dan berdiameter  > 2mm, sedang breksi tersusun dari fragmen yang menyudut. Kebanyakan fragmen pada breksi atau konglomerat adalah : cuartzite, vein, cuartz, chert, rhyolite dan batugamping.

13)  Batu Pasir : tersusun dari fragmen berukuran 2mm.. 0,05mm. sedimen yang memadat pata textur ini (>50%),  Butir-butir pasir tersusun dari mineral quartz, chert, feldspar partikel batuan dan kadang-kadang calcite atau dolomite. Batu pasir dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu: orthoquartazite, arkosa dan greywacke. yang masing-masing banyak mengandung quartz, feldspar dan partikel-partikel batuan.
·      Batu pasir yang terutama tersusun dari quarstz disebut :puresandstone”, jika pengikatnya silikat Calcareous sandstone dan batu pair yang pengikatnya material karbonat, yaitu Calcite atau dolomite. “Argilaceous sandstone” adalah batu pasir yang pengikatnya matrik yang sangat halus dan liat. Bila lebih dari 95% terdiri dari buir quartz dan pengikatnya bukan silikat,disebut “quatzone sandstone, sedang kalau pengikatnya silikat disebut “quartzitic sandstone”. “orthoquartzitas” sebagaian besar

·      Graywackes berisi fragmen batuan, biasanya berukuran besar tidak/sedikit mengalami sortasi berisi matrik yang halus (>15%), terdiri dari mineral :clay, chlorite, sericite, hometite dan chert. Graywackes yang sebagai besar berisi feldspar disebut feldsparthic graywackes”. Jika feldspart merupakan sebagian kecil disebut “lithic graywackes”. Graywackes biasanya berarna medium-abu-abu gelap, kuning-abu-abu, hijau-abu-abu, biru-abu-abu. Warna gelap pad graywackes disebabkan adanya batuan quartzite, basalt, slate, phyllite, rhyoli te, greenstone atau schist atau mineral gelap seperti = augite, serprntine, hornblende, dan bijih besi. Bisanya pengikat pada greywacke berupa : silty, muddy atau calcareous. Penyusun utama greywacke ialah : quartz (20 070%), feldspar (> 50%) dan batuan (> 20%). Pelapisan pada greywacke bervariasi, ada yang masif, terutama yang berbutir kasar, tetapi sering didapat lapisan yang tipis pada batuan yang hulus. Jarang didapat cross bedding, hampir selalu ada ripple merk, jarang didapat fosil.

·      Arkosa” merupakan batua pasir yang mengandung feldspart + 20 – 30% yang berasal dari batuan beku asam. Pada arkosa, feldspar tidak lebih dari 50%. Biasanya potash dan sedafeldspar lebih banyak dari feldspar. Quartz merupakan mineral klastis yang paling utama, sedang feldspar yang kedua, muscovite dan biotite ada dalam jumlah kecil. Arkose biasanya terikat bersama dengan calcite, oksida besi, mineral clay, sedang silikat jarang didapat. Umumnya arkosa berwarna “light pink – pinkish – gray, karena adanya feldspar. Partikel pada arkosa kadang-kadang berbutir kasar, menyudut sampai agak membulat dan mengalami sortasi yang baik. Perlapisan pada arkosa umumnya kurang, sering terjadi cross badding yang jelas.

14)   Tufa Gelas :  Merupakan batuan piroklasik yang disusun oleh  material hasil gunung api yang banyak mengandung debu vulkanik dan meniral gelas, dengan warna putih kekurangan, abu-abu dan kuning kecoklatan. Kegunaan digunakan sebagai timbunan.

15)  Batu Gamping : Merupakan batuan carbonat yang paling banyak terdapat, dengan kenampakan textur aphanitik sampai phanero-cristalin. Warna putih keabu-abuan, abu-abu, abu-abu gelap, hitam, kuning, coklat dan lainnya oleh adanya kotoran-kotoran, oksid besi dan zat-zat organik. Limestone berbutir halus, pecahannya conchoidal. Bila ditetesi HCI memercik/berbuih. Mudah larut terutama dalam air yang mengandung CO2 sehingga terjadi lubang-lubang, celah-celah, diaklas-diaklas dan lain-lainnya. Tebal dapat dari beberapa centimeter sampai beberapa ratus meter. Beberapa limestone seleruhnya dapat terdiri dari butir-butir calcit. Keras dari limestone sangat berbeda-beda, ada yang keras dan ada yang lunak, agak keras dan sebagainya, tergantung dari texturnya.

Selama proses pelapukan dari limestone, calcium carbonatnya dapat terlarut, dan yang tertinggal adalah kotoran-kotorannya, yang kemudian dapat terkonsentrasi dan membentuk clay atau loams yang berwarna merah atau kuning, oleh aksidasi dari mineral-mineral oksida besi.

16)  Travertin : Calcium carbonat tidak larut dalam air murni, tetapi bila airnya mengandung CO2 maka calsium carbonat itu mudah berubah menjadi biocarbonat. Jadi di bawah tekanan atmosfer, air yang banyak mengandung CO2 secara perlahan-lahan melarutkan calcium carbonat, terutama bila air tersebut berasal dari tempat yang dalam dengan tekanan yang lebih besar dan kandungan CO2 nya lebih banyak, maka daya melarutkannya lebih tinggi. Bila larutan tersebut mencapai permukaan bumi, di bawah tekanan atmosfer, calcium carbonatnya segera diendapkan oleh proses evaporasi, dan proses ini dapat dipercepat oleh adanya kegiatan dari tumbuh-tumbuhan (algae). Calcium carbonat yang diendapkan di mulut/lubang mata air itu disebut travertine. Pada gua-gua kapur, terjadi pula pengendapan dari calcium carbonay oleh tetesan-tetesan air sacara perlahan-lahan yang terdiri dari kristal-kristal halus dan kompak, yang disebut dripstone. Warna putih, kuning, atau cokelat. Struktur fibrous atau konsentris. Yang tumbuh dari atas (menggantung) disebut stalactik, yang tumbuh dari bawah disebut stalagmite.

17)   Serpin : Berasal dari lumpur yang mengendap, Terdiri dari butiran-butiran batu lempung atau tanah liat, pada umumnya sepertiga terdiri atas kuarsa, sepertiga bahan tanah, sepertiga bahan lain termasuk karbonat, besi oksida, feldspar, an zat organik.  Berwarna abu-abu kehijauan, merah, atau kuning. Dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Berasal dari endapan hasil pelapukan batuan tanah liat





Batuan Malihan

18)  Sekismika : Dihasilkan oleh metamorfose regional dengan tingkat lebih tinggi dari phyllite, mempunyai foliasi dan kristalin. Umumnya berbutir lebih kasar dari slate dan phyllite tetapi lebih halus dari gneias.Foliasi tersebut terbentuk oleh kristal-kristal berbentuk lempengan (play) dan kristal-kristal prismatik.  Mineral-mineral berbentuk lempengan tersebut antara lain : chlorite, sericite, muscovite, biotite, dan tolc, sedangkan mineral –mineral prismatik adalah actinolite, kyanite, hornblende, staurolite, dan sillimanite.Kadang-kadang schist hanya terdiri dari satu macam mineral saja, contohnya talc schist, tetapi pada umumnya terdiri dari dua atau lebih mineral seperti calcite – sericite – albite schist. Sekis sering mengandung mineral-mineral yang bersifat antara lempengan dan pragmatik (flaky nor prismatic), tetapi equigracular seperti misalnya : garnet dan feldspar, yang biasanya bertekstur porphyroblastic. Batuan-batuan scihist dapat pula berasal dari gabbro, basalt, ultrabasin, tuff, shale dan sandstone. Jika beberapa “tekstur asli batuan asal” masih ada, akibat tekanan yang tidak kuat, maka batuan disebut, metabasalt, metagabbro dan sebagainya.
19)  Genes : adalah batuan metamorf dengan kristal-kristal yang kasar, biasanya berlapis-lapis akibat pemisahan mineral-mineral yang berbeda sehingga membentuk foliasi sekunder yang kasar. Terbentuk pada tempat yang dalam dan pada tingkat metamorfise, yang tinggi bersama-sama dengan struktur pengunungan lipatan. Pada prinsipnya gneiss berasal dari batuan beku sillicaous seperti granit, monozit kwarsa, syenite, dan granodiorit, tetapi dapat juga dihasilkan dari rhyolit, tuff, arkosa dan batu pasir feldspatik. Mineral-mineral utama pada pada gneis adalah kwarsa dan feldspat, sedangkan mineral-mineral yang lain adalah, biotite, horblende dan augite. Warna bervariasi tergantung pada warna mineral dominan yang ada. Perlapisan disini dihasilkan oleh pergantian warna-warna mineral yang terang dan gelap, atau oleh perbedaan ukuran butir dengan perlapisan yang tebal dan kasar ataupun tipis. Sering mengandung mineral-mineral metamorf yang lain seperti garnet, epidot, tourmaline, graphite, dan sillimanite. Jika batuan beku (sebagai bahan induknya) adalah sari batuan mafic tertentu, mungkin greiss tersebut dapat berkembang menjadi serpentine olivin, augite, horblende dan biotite. Jika bahan beku (sebagai bahan induknya) dapat dikenal maka nama batuan dapat ditentukan seperti misalnya : gabbro gneiss, syenite gneiss ataupun granite gneiss. Gneiss yang berasal dari batuan sedimen contohnya : quatzite gneiss conglomerate gneiss, politic gneiss (dari sedimen clay) dan calc gueiss (dari cilliceous limestone dan dolomite) gneiss yang terbentuk oleh penerobosan mineral-mineral batuan beku kedalam folisasi akan menghasilkan campuran batuan dalam bentuk dike yang tipis dari material-material quartzfeldspathic. Ini disebut “injection” gneiss. Batuan ini tersebar luas dan mungkin menempati bagian terbesar dari tipe gneiss lainya.
20)   Filit : Dengan berkembangnya aktivitas metamorfik yaitu baiknya temperatur atau bertambah besarnya rekristalisasi maka slate berubah menjadi filit. Filit secara dominan tersusun dari mineral-mineral kelompoki mika seperti : mika, maricite, dan chlorite. Batuan ini lebih kasar daripada slate, tetapi ada batas yang tegas antara keduanya baik dala hal ukuran butir maupun kandungan mineralnya. Mineral-mineral seperti muscovit, mika, sericite dan chlocite terdapat dalam jumlah yang besar. Mineral-mineral aksesor dalam jumlah yang sedikit antara lain magnetit, hematit, graphite, dan tourmaline. Filit disebut pula sericite phllite, chlorite phyllite atau sericite chlorite phyllite.  Warna : dari putih perak, merah sampai kehijauan-hijauan. Sifat dalam (tenacety) : brittle dan sering mempunyai pegangan halus hingga agak kasar. Filit dihasilkan oleh metamorfose regional tingkat rendah terutama dari mineral clay, shall, dan juga “tuff” dan tuffacous sedimen”.
21)   Batuan Sabak : Sabak merupakan batuan berbutir halus dan homogen, mempunyai achistosity planar, tergantung pada perlapisannya. Oleh karena itu biasanya mempunyai  beberapa sudut untuk masing-masing perlapisan sehingga batuan menjadi belah/rekah kedalam lapisan yang tipis. Slate berlempung pada laut dalam, tersusun dari clay, shale, basalt dan mineral-mineral halus lainnya. Sabak adalah salah satu istilah struktur dan tidak ada kaitannya denga komposisinya. Perlapisan asli dari slate masih dapat terlihat, apabila berasal dari batuan beku basalt seperti misalnya struktur amigdoloidal. Perlapisan/belahan pada slate ini dihasilkan oleh adanya mineral-mineral graup mika seperti “chlorite”, “illite”, “sericite” dan mika yang pipih dan memanjang, pada bidang-bidang belahannya. Berbutir sangat halus dan hanya dapat dideterminasi dengan mikroskop hanya sedikit mineral yang berbutir kasar seperti kwarsa, feldspar, cholorite, biotite, magnetite, hematite, kalsit dan mineral-mineral yang terdapat pada batuan shale. Warna : dari merah, hijau, abu-abu hingga hitam. Warna merah karena ada mineral hematit, hijau karena ada mineral chlorite. Warna abu-abu karena adanya mineral-mineral dari karbon dan bahan-bahan organik seperti grafit. Sabak yang berasal dari batu pasir “graywacke” disebut “graywacke slate”. Sedangkan adanya kalsium pada slate dalam jumlah yang besar dapat menghasilkan calcareous slate, adanya graphite dapat menghasilkan “graphite slate”, adanya hematite dapat menghasilkan “ferruginous slate”, dan adanya mineral-mineral pyrite akan menghasilkan “pyritic slate
22)  Kuarsit : Kuarsit adalah metamorfose dari batuan pasir, jika strukturnya tak mengalami perubahan, masih menunjukkan struktur aslinya. Kuarsit terbentuk akibat panas yang tinggi sehingga menyebabkan rekristalisasi kwarsa dan felsdspar. Akibat tekanan pada kwarsit dapat mengakibatkan hancurnya kwarsit tersebut dan menghasilkan tekstur granoblastik. Kuarsit sangat keras karena adanya sementasi silikat (biasanya kwarsa kristalin) yang terendapkan disekitar butir-butir kwarsa yang lebih besar, sehingga menghailkan ikatan butir yang sangat kuat. Mineral lain yang dijumpai dalam kwarsit adalah : apatite, zircon, epidote dan hornblende. Kuarsit dapat berbentuk akibat metamorfisme kontak atau metamorfi regional dari pada panas dan tekanan terhadap batupasir, chert, vien kwarsit dan kwarsa pigmatit. Sering berlapis-lapis dan dapat mengandung fosil. Warna : bervariasa dari putih, coklat hingga mendaki hitam. Adanya hematit memberikan warna merah muda, (pink) sedang chlori memberikan warna kehijau-hijauan. “Pebbly sandstone” dapat berubah menjadi “pebbly quartzite” sedangkan konglomerat menjadi “conglomerat quartzite”. Adanya mineral-mineral tertentu dalam jumlah yang berarti, dapat menggantikan batuan yang berbeda.  Contoh     : feldspar dalam jumlah yang agak banyak tetapi hampir seimbang dengan kwarsa dapat menjadi “felspathic quartzite”. Contoh yang lain lagi ialah “miccoceus guarzite”, dan “frruginous”
23)  Marmer : Marmer adalah metamorfisme dari batukapur; apakah itu batukapur  kalsit maupun batua kapur dolomit. Terbentuk terutama oleh reksistelisasi calsit (atau dolomit) yang biasanya berbutir lebih kasar daripada batu kapur aslinya. Marmer yang terbentuk oleh “dolomitc” disebut marmer dolomit (dolomitic marble).  Akibat proses metamorfos dan rekristalisasi, perlapisan sering meliuk atau bahkan tidak terlihat sama sekali. Umumnya marmer dan marmer dolomit terbentuk oleh metamorfisme kontak atau regional dan dijumpai bersama-sama dengan phyllite, slate, schist dan metakwars. Struktur sangat bervariasi dari yang berbutir sangat halus hingga berbutir sangat kasar. Pada tipe-tipe metamorfose kontak ditujuk adanya orientasi kristal-kristal, sedangkan pada tipe metamorfose regional ditandai adanya orientasi kristal-kristal yang memanjang saebagai hasil tekanan yang searah. Mineral-mineral aksesor pada marmer banyak macamnya antara lain : Tremolit, forserite, periclose, diopside, wollastonite, brucite, spincl, felspar, dan garnet, yang kesemuanya ini tergantung macam material batuan asalnya.
Warna : Cerah atau putih apabila terdiri dari kalsit dam dolomit, tetapi dapat berwarna kelabu, merah, coklat atau kombinasi warna tergantung pada mineral-mineral aksesornya. Contoh-contoh marmer : breccia marble, “tremolite marble”, “graphite marble”, “talcose marble”, “phlogopite marble”.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar